Smartplus Homeschooling menyelenggarakan kunjungan edukasi bertajuk “Sabilulungan: Mengenal Budaya Sunda” pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Anjungan Jawa Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal budaya Sunda melalui pengalaman belajar secara langsung.
Kegiatan diikuti siswa jenjang SD hingga SMA di bawah naungan Yayasan Rumah Cendekia Nusantara. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budaya Sunda dari materi pembelajaran, tetapi juga dapat mengamati, mencoba, dan berinteraksi secara langsung dengan berbagai unsur kebudayaan Jawa Barat.
Kunjungan Edukasi Budaya Sunda di TMII
Budaya lokal merupakan bagian penting dari pembelajaran karena membantu siswa memahami keberagaman Indonesia secara lebih dekat. Karena itu, kegiatan “Sabilulungan” dirancang sebagai pengalaman belajar kontekstual yang menghubungkan materi pendidikan dengan objek budaya yang dapat diamati secara langsung.
Selama berada di Anjungan Jawa Barat TMII, siswa diperkenalkan dengan berbagai unsur budaya Sunda, mulai dari arsitektur rumah adat, busana tradisional, kesenian, hingga permainan rakyat.
Siswa juga diajak memahami bahwa kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan bentuk atau nama suatu benda. Di balik rumah adat, pakaian tradisional, alat musik, lagu, dan permainan rakyat terdapat nilai, filosofi, kebiasaan, serta identitas masyarakat yang perlu dikenali dan dilestarikan.
Dengan pendekatan tersebut, kunjungan edukasi menjadi lebih dari sekadar kegiatan luar kelas. Siswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang dipelajari dengan pengalaman nyata.
Mengenal Rumah Adat dan Busana Tradisional Sunda
Salah satu bagian kegiatan adalah eksplorasi arsitektur dan busana tradisional Jawa Barat.
Siswa mengamati secara langsung bentuk rumah adat Sunda yang terdapat di Anjungan Jawa Barat. Pengamatan tersebut memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai karakter arsitektur tradisional yang sebelumnya mungkin hanya mereka temukan melalui buku, gambar, atau materi pembelajaran digital.
Selain arsitektur, siswa juga mengenal berbagai bentuk busana tradisional Sunda. Pengenalan ini membantu siswa melihat hubungan antara pakaian tradisional dengan identitas dan kehidupan masyarakat Sunda.
Pembelajaran secara langsung seperti ini dapat membuat materi budaya menjadi lebih mudah dipahami karena siswa memperoleh pengalaman visual dan kontekstual selama proses belajar.
Belajar Budaya Sunda Sambil Bermain
Agar kegiatan berlangsung interaktif, “Sabilulungan” tidak hanya diisi dengan sesi pengamatan. Siswa juga mengikuti berbagai aktivitas yang menggabungkan unsur edukasi, seni, permainan, dan interaksi sosial.
Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi:
Bernyanyi “Mastaka Taktak”
Siswa bernyanyi bersama melalui lagu “Mastaka Taktak”, yang memperkenalkan anggota tubuh dalam bahasa Sunda. Aktivitas ini menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kosakata bahasa Sunda melalui kegiatan yang menyenangkan.
Mengenal Angklung Secara Interaktif
Siswa juga mendapatkan pengalaman bermain angklung, alat musik tradisional yang identik dengan Jawa Barat.
Melalui aktivitas ini, siswa tidak hanya mengenal angklung sebagai bagian dari kebudayaan Sunda, tetapi juga belajar mengikuti arahan, menjaga ritme, dan bekerja sama dalam menghasilkan permainan musik secara bersama-sama.
Mencoba Permainan Tradisional
Berbagai permainan tradisional turut menjadi bagian dari kegiatan, seperti ular tangga, congklak, bola bekel, dan gangsing.
Permainan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan teman, mengikuti aturan permainan, dan membangun kerja sama. Bagi sebagian siswa, permainan tradisional juga menjadi pengalaman baru yang berbeda dari aktivitas bermain menggunakan perangkat digital.
Eksplorasi Arsitektur dan Budaya
Siswa melakukan pengamatan terhadap lingkungan Anjungan Jawa Barat untuk mengenali bentuk rumah adat, busana tradisional, serta unsur budaya lainnya.
Kegiatan observasi tersebut membantu siswa belajar melalui proses melihat, memperhatikan, bertanya, dan menghubungkan objek yang ditemukan dengan pengetahuan yang telah mereka miliki.
Pembelajaran Kontekstual melalui Pengalaman Nyata
Kegiatan “Sabilulungan: Mengenal Budaya Sunda” merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan ruang kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman nyata.
Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber belajar yang memperkaya wawasan siswa.
Melalui kunjungan edukasi, siswa dapat mempelajari kebudayaan dengan pendekatan yang lebih konkret. Mereka dapat melihat objek budaya secara langsung, mengikuti aktivitas seni dan permainan, serta berinteraksi dengan teman dari jenjang yang berbeda.
Pendekatan tersebut juga mendukung pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna.
Mengenalkan Budaya Lokal kepada Generasi Muda
Pengenalan budaya lokal kepada siswa memiliki peran penting dalam membangun pemahaman mengenai keberagaman Indonesia.
Budaya Sunda merupakan salah satu bagian dari kekayaan budaya Nusantara. Dengan mengenalkan rumah adat, pakaian tradisional, bahasa, musik, kesenian, dan permainan rakyat sejak usia sekolah, siswa memperoleh kesempatan untuk memahami budaya bukan sekadar sebagai materi pelajaran, tetapi sebagai bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat.
Kegiatan seperti “Sabilulungan” juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap kebudayaan daerah lain di Indonesia.
Sabilulungan sebagai Pengalaman Belajar Bermakna
Nama “Sabilulungan” yang digunakan dalam kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan. Nilai tersebut tercermin melalui berbagai aktivitas yang dilakukan siswa secara bersama-sama, mulai dari bernyanyi, bermain angklung, mencoba permainan tradisional, hingga mengeksplorasi lingkungan budaya.
Bagi Smartplus Homeschooling, kegiatan belajar di luar kelas menjadi salah satu cara untuk memperluas pengalaman pendidikan siswa.
Melalui kegiatan yang memadukan budaya, seni, permainan, observasi, dan interaksi sosial, siswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka ruang untuk mengembangkan kemampuan berinteraksi dan bekerja sama.
Mendukung Pembelajaran Mendalam
Kegiatan “Sabilulungan” juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna di lingkungan Smartplus Homeschooling.
Konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam pendidikan menekankan pentingnya proses belajar yang memungkinkan siswa memahami suatu hal secara lebih bermakna, menghubungkan pengetahuan dengan konteks, serta memperoleh pengalaman belajar yang relevan.
Kunjungan edukasi budaya dapat menjadi salah satu bentuk pengalaman tersebut. Siswa tidak hanya menerima informasi tentang budaya Sunda, tetapi memperoleh kesempatan untuk melihat objek budaya secara langsung dan mengikuti aktivitas yang berkaitan dengan budaya tersebut.
Dengan demikian, pembelajaran tentang budaya dapat berlangsung secara lebih aktif dan dekat dengan kehidupan nyata.
Menumbuhkan Apresiasi terhadap Keberagaman Budaya Indonesia
Melalui kunjungan edukasi “Sabilulungan”, siswa SD hingga SMA mendapatkan pengalaman untuk mengenal salah satu kekayaan budaya Indonesia secara langsung.
Mulai dari rumah adat, busana tradisional, angklung, bahasa Sunda, hingga permainan rakyat, berbagai unsur tersebut menjadi sumber belajar yang membantu siswa memahami bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya yang luas.
Pengalaman belajar seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, apresiasi, serta kepedulian siswa terhadap keberadaan dan keberlanjutan budaya lokal.
Bagi Smartplus Homeschooling, pendidikan tidak hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang memberikan pengalaman yang membantu siswa memahami lingkungan, masyarakat, dan keberagaman budaya di sekitarnya.

